Alumni TMSI Berwisata

Tua-tua keladi, semakin tua semakin menjadi. mungkin begitu peribahasa yang cocok buat kami, para alumni "muda" TMSI. Walau sudah terpisah jarak dan waktu, tapi kami tetap rindu untuk berkumpul bersama. sekedar melepas rindu dan mempererat tali silaturrahim. Maka demi itulah, kami akhirnya berwisata bersama.



Pantai Karanggongso di kawasan Trenggalaek jadi tujuan kami. Terpukau dengan putihnya pasir dan indahnya pemandangan membuat kami semakinj bersemangat untuk berwisata ke sana. Janji kami buat saat gelaran Buka Bersama di Masjid Syiarul Islam. Namun, menjelang hari H, beberapa teman kami membatalkan janji karena suatu alasan. Kami sempat patah semangat, hendak kami batalkan saja rencana ini. Namun, akhirnya kami nekat berangkat. Asal senang bersama.

Kami berangkat dari rumah teman kami, Yaqut, sekira pukul 9 pagi. Agak siang memang. Yaqut dengan senang hati menawarkan Mobilnya untuk mengangkut kami semua. Kebetulan jumlah orang juga pas untuk naik 1 mobil. berangkatlah kami dengan semangat yang mulai membara. tak sabar lagi rasanya ingin menjamah pasir putih pantai.

Pukul 11.30 kami samapai juga di pantai Karanggongso. Langsung saja kami menikmati pantai yg indah itu. Tak lupa kami abadikan setiap momen lewat jepretan kamera. panas terik matahari seakan tak menyurutkan semangat kami.

Ada sedikit cerita saat kami menjelajah kawasan pantai sampai ke tempat yang jarang dikunjungi. Ombak yang begitu kuat berkali-kali menghantam kami saat merayat di bebatuan. beberapa diantara kami harus terkena luka akibat terbentur batu. Untunglah kami membawa perlengkapan P3K. Segera kami obati luka kami agar tak infeksi. ini menjadi pejaran buat kami untuk berhati-hati dan selalu membawa perlengkapan P3K saat bepergian.

Waktu tak terasa sudah mendekati sore. Segera kami membersihkan diri dan berganti pakaian karena pakaian kami telah basah. Sebelum meninggalkan tempat, kita menyempatkan diri untuk mengisi perut sejenak. Lapar ternyata tak tertahankan. Setelah kenyang, kita putuskan untuk meninggalkan pantai tsb.

Sebelum benar-benar meninggalkan kawasan Trenggalek, kami singgah terlebih dahulu ke wisata alam. Tempat tsb adalah Mangrove Ecotourism di daerah Cengrong, Trenggalek. Alasan kami singgah di sana adalah keindahan tempatnya dan juga biaya masuknya GRATIS. kapan lagi bisa ke tempat sebagus ini dengan biaya gratis, hanya bayar parkir saja.

Tempat ini sebearnya adalah kawasan hutan bakau (mangrove) yang dipercantik dengan diberi jalan setapak dari papan kayu untuk memudahkan pengunjung kala melihat hamparan pohon bakau. Bagi kamu yang demen foto-foto, tempat ini sangat kami rekomendasikan buat kamu. Selain pohon bakau, ternyata di tempat inji juga ada kawanan kepiting kecil yang hidup di antara pohon-pohon bakau.

Serelah puas menyusuri hutan bakau di Mangrove Ecotourism, kami benar-benar memutuskan untuk kembali, pulang ke rumah kami. Hari telah beranjak sore. Sebelum lupa, cepat-cepat kami sholat ashar di mushola terdekat. Dan, akhirnya pukul 18.30 malam kami telah sampai di rumah Yaqut. Ada beberapa yang langsung pulang ke rumah masing-masing. Ada pula yang memilih tinggal sedikit lebih lama untuk meng-copy foto-foto hasil jepretan kami tadi.

Semoga, kebersamaan ini tetap terjaga sampai tua nanti. Aamiin...