Perjalanan Menggapai Ridha ILLAHI

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarakatuh

Kali ini TMSI mengadakan Ziarah Wali JATIM + Madura. Kegiatan tersebut dilaksanakan utamnya untuk mendoakan para Waliyullah. Selain itu juga, untuk meneladani perjuangan mereka dalam menegakkan agama islam di Jawa serta membangkitkan semangat kita semua agar semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah.

Kegiatan tersebut sudah direncanakan dan dimusyawarahkan jauh – jauh hari sebelumnya. Kami memilih ziarah wali JATIM + Madura berdasarkan kesepakatan hasil musyawarah yang dilaksanakan pada tanggal 7 Desember 2016 di Masjid Syiarul Islam
Pada hari Minggu tepatnya tanggal 18 Desember 2016 TMSI mengadakan ziarah wali JATIM + Madura. Kegiatan tersebut diawali dengan check in peserta dan pembagian kelengkapan selama ziarah seperti kertas tahlil dan id card sebagai tanda identitas diri. Kegiatan selanjutnya adalah sambutan dari Ikhwan Tri Sakti, selaku ketua panitia ziarah wali. Kemudian dilanjutkan oleh Ibu Yus Shofiatus Sholihah selaku Pembina TMSI dan ditutup doa oleh Bapak Amat Roni.

Perjalanan dimulai dari SMAN 1 Srengat sekitar pukul 08:30 menuju makam Syekh Ihsan Muhammad Dahlan al-Jampesi yang terletak di Kampung Jampes Kab. Kediri. Perjalanan pun berlanjut menuju makam Gus Dur, Jombang. Selama diperjalanan dibacakan sekilas info biografi mengenai Gus Dur. Sesampainya di Kawasan Makam Gus Dur kami melewati gerbang utama berbentuk lorong untuk menuju pemakaman tersebut. Tujuan selanjutnya adalah makam Sunan Bonang, Tuban. Perjalanan ditempuh kurang lebih selama 3 jam dengan cuaca mendung. Selama perjalanan terdapat siraman rohani dari K.H. Anwar Zahid dengan gayanya yang khas dan penuh humoris.
Siraman rohani dari K.H. Anwar Zahid

Setibanya di Tuban kami langsung mencari becak menuju makam Sunan Bonang. Setelah ziarah ke makam Sunan Bonang barulah kami menuju bus untuk melanjutkan perjalanan menuju makam Syekh Ibrahim Asmarakandi. Syekh Asmarakandi merupakan ayahanda dari Raden Rahmat (Sunan Ampel). Perjalanan ditempuh selama kurang lebih 25 menit melewati jalur pantura.

Dilanjutkan menuju makam Syekh Maulana Ishaq yang terletak di Jalan Maulana Ishaq, Desa Kemantren, Kecamatan Paciran.Syekh Maulana Ishaq merupakan ayah dari Raden Paku atau Sunan Giri. Disana, kami melakukan ishoma. Malam tampak begitu indah banyaknya bintang serta semilirnya angin malam membuat kami betah untuk beristirahat disana.Namun, hujan turun begitu derasnya kami memutuskan untuk segera melaksanan sholat berjamaah dan ziarah ke Syaikh Maulana Ishaq.

Selanjutnya, ziarah dilanjutkan menuju makan Raden Qasim atau lebih dikenal dengan Sunan Drajad. Beliau  merupakan putra dari Sunan Ampel, dan bersaudara dengan Sunan Bonang. Di makam Sunan Drajad ini waktu sudah larut sekali, yaitu sekitar jam 00.30. Walaupun sudah larut malam dan disertai gerimis, hal ini tidak mematahkan semangat kami untuk bertawassul.

Malam kian larut,  perjalanan pun kian jauh. Kami pun memanfaatkan waktu yang cukup panjang tersebut untuk istirahat didalam bus. Sekitar pukul 03.15 kami serombongan tiba di parkiran makam Sunan Giri. Di sana kami melakukan foto bersama, tetapi ada beberapa siswa yang tidak ikut foto karena sudah dulu naik ke makam Sunan Giri. Setelah itu, kami melaksanakan sholat subuh berjama’ah dan pergi ke makam Sunan Giri.


Foto Bersama di Sunan Giri


Sebenarnya, di Gresik ada dua tempat wali yang harus dituju, yaitu Sunan Giri dan Sunan Gresik. Namun, karena waktu yang tidak cukup, kami tidak bisa mengunjungi makam Maulana Malik Ibrahim atau lebih dikenal dengan Sunan Gresik.

Kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju Syekh Kholil Bangkalan Madura. Selama perjalanan kami melewati Jembatan Suramadu dan berhenti di SPBU. Di makam Syekh Kholil Bangkalan ini kami mandi, sarapan bersama, dan berziarah. Perjalanan pun dilanjutkan ke makam Sunan Ampel. Untuk sampai di makam Sunan Ampel ini kami memerlukan waktu sekitar 1 jam. Makam Sunan Ampel ini terletak di Jalan Pertukangan 1, Ampel, Semampir Kota Surabaya.

Selesai dari makam Sunan Ampel, kami berangkat lagi menuju makam Syekh Jumadil Qubro. Tempat ini terletak di Mojokerto, sehingga menempuh waktu yang cukup lama dari makam Sunan Ampel, yaitu sekitar 3 jam. Syekh Jumadil Qubro merupakan kakek dari Sunan Ampel.Setelah menikmati kuliner yang ada di Makam Syekh Jumadil Qubro ini, kami meneruskan tujuan terakhir kami, yaitu di Makam Said Sulaiman. Hari pun semakin malam, setelah selesai di tujuan terakhir ini, kami pun kembali pulang, waktu itu masih sekitar pukul 20.12. Perjalanan pulang ini menempuh waktu sekitar 3 jam dan kami baru sampai di SMA Negeri 1 Srengat pada pukul 23.00.

Kita ketahui bahwa perjuangan dan pengorbanan para waliyullah pada zaman dahulu dalam mensyiarkan agama islam tidaklah mudah. Oleh karena itu, perjalanan 2 hari 2 malam ini mengingatkan kita akan sulitnya perjuangan para waliyullah dalam menegakkan agama islam. Tawassul ke makam waliyullah makin mendekatkan diri kami kepada Allah SWT dan mengingatkan kita akan kematian yang dapat menimpa kapan pun. Kami berharap mudah – mudahan mendapat syafaat dari adanya kegiatan tawassul ke makam waliyullah. Aaammiiiiinn.

GALERI

Prepare Prepare :D
Bismillah.. Wefie dulu sebelum berangkat ^_^ 
Majid Bangkalan, Madura
Foto bersama Bu Yus ^_^

Foto di kawasan makam Gus Dur
TMSI Punya ^_^



1...2...3...




Kesan dan Pesan
Menurutku acara ziarah wali tahun ini sangat berbeda dari tahun sebelumnya. Sebenarnya aku takut kalau waktunya tidak cukup, tahun ini ziarah walinya sangat nyantai, tapi tidak masalah, aku akan merasa senang jika teman-temanku bisa merasakan senang. Namun sebaliknya aku akan lebih sedih jika teman-temanku merasa sedih ataupun kecewa dengan acara ini. ~ITS

Kesan: Menurut saya ziarah wali tahun ini lumayan lebih seru dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Mungkin karena saya menjadi salah satu panitianya. Awalnya, saya merasa kurang berminat karena merasa pengalaman tahun lalu kurang seru malah sama sekali tidak seru :v tapi setelah ikut, Alhamdulillah seru. Saran saya untuk ziarah wali tahun depan agar membuat acara lebih menarik lagi, atau ketika membuat promosinya lebih menarik lagi, biar banyak yang ikut. ~Chum

Pesan: Semoga ziarah wali akan terus diadakan setiap tahun dan banyak peminatnya
Kesan: Menyenangkan karena bisa menambah pengetahuan tentang para auliya' di Jawa Timur dan dapat mengetahui sifat dan karakter teman maupun kakak kelas
Kritik: Kekompakkan masih kurang
Saran: Semoga di tahun berikutnya bisa lebih baik lagi terutama dalam hal kekompakkan ~ROHIS

Harapan: Semoga ziarah wali tahun depan bisa lebih baik dari tahun ini.
Pesan: Yang berjiwa seni pasti nyesel nggak ikut dan jangan merasa lelah dalam hal ibadah.
Kesan: Ikut ziarah wali itu nggak rugi, bukan hanya sekedar ibadah tapi juga ladang pengetahuan
Kritik: Tolong kompak ya! Kalau jalan kaki, jalan kaki semua. Jangan ada yang egois! ~SBI

Kesan dan pesan:
Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi peserta. karena dengan kegiatan ini peserta mendapat ilmu tentang sejarah perkembangan islam dan penyebarannya di tanah Jawa. Untuk ziarah wali selanjutnya, semoga bisa sampai wali sanga dan dengan peserta yang lebih banyak. ~PHBI

Kesan: Sangat senang karena bisa bercanda tawa dengan teman – teman dan kakak – kakak kelas.
Pesan: Supaya dikesempatan berikutnya persiapan panitia lebih matang, para anggota khususnya bisa lebih antusias dalam berpatisipasi.
Kritik: Panitia sie kesehatan seharusnya lebih sabar, sie keamanan lebih ditingkatkan lagi kualitas kerjanya, sie dokumentasi seharusnya dibentuk supaya tidak bingung jika mau foto bersama.
Saran: Panitia seharusnya gratis biaya (guyon – guyon, bingung aku). ~KDIP

Kesan: Sudah bagus acaranya, dan yang terpenting sudah terlaksana nitnya Lillah.
Saran: Untuk tahun berikutnya, lebih dipersiapkan lagi. Jangan mepet seperti periode 16/17, biar lebih matang. ~PSDM

Kritik : Melelahkan tapi asik
Saran: Tahun depan ke wali 8 biar lebih afdol ~PH


Kesan: Kami merasa ada ketenangan dalam diri kami. Selain itu, kami juga mendapat banyak pengalaman dan hal menarik yang tidak akan terlupakan seperti fenomena
📢 “telolet telolet” 📢 Pesan: Seruuuu banget ziarah tahun ini. Mulai dari pesertanya, panitianya, juga sopirnya semua suka bercanda. Apalagi sopirnya kalau sedang lewat tempat yang penting selalu menjelaskan kepada kami, sehingga kami semua tahu tentang tempat - tempat tersebut. Panitianya juga asyik apalagi pesertanya. Pokoknya ziarah wali tahun ini seru banget. Semoga tahun depan bisa lebih baik lagi. Kritik : Lebih ditingkatkan lagi komunikasi antar teman agar tidak ada yang tertinggal sehingga tidak memperlambat perjalanan menuju makam selanjutnya..~PTIK

Itu dia beberapa kesan, pesan, kritik dan saran dari teman - teman. Semoga dengan adanya hal tersebut dapat menjadi wahana muhasabah bagi kita semua serta dapat meningkatkan kualitas  lebih baik untuk ziarah wali di tahun berikutnya :)

Reporter By PTIK 2016









0 Response to "Perjalanan Menggapai Ridha ILLAHI"

Posting Komentar

Yuk belajar aktif dengan cara berkomentar dengan sopan dan relevan ^_^